Rabu, 13 Februari 2013

laporan observasi pembelajaran PAI di SD kelas 6


Laporan observasi
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mandiri
                                              Mata Kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan
Pada Jurusan PAI-D Semester V
Tahun Akademik 2012/2013


Disusun Oleh:
   AMINNUDIN                  
   NIM: 1410110122

Dosen Pembimbing :
Muslihudin, M.Ag.

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
TAHUN 2012






LAPORAN OBSERVASI

1.      PENDAHULUAN
Setiap siswa sekolah dasar mempunyai keunikan masing-masing, mempunyai kemampuan dan karakteristiknya masing-masing. Mulai dari yang cepat memahami pelajaran, hingga yang lamban. Mulai dari siswa yang berprestasi, hingga anak yang sarat akan masalah, serta masih banyak juga orang yang suka minder. Seperti yang penulis teliti pada siswa kelas 6 SD Negeri 2 Ambulu
Pada setiap kelas di Sekolah Dasar tidak jarang dijumpai peserta didik yang bermasalah baik dalam hal interaksi dengan sesama temannya, maupun dalam hal belajar. Salah satu contohnya adalah siswa kelas 6 SD Negeri 2 Ambulu. Mereka dapat dikategorikan sebagai kelompok belajar yang masih pemula (Dasar). Temuan lapangan saya menunjukkan bahwa masalah-masalah siswa sekolah dasar menyangkut aspek perkembangan kognitif, fisik, pribadi, dan social. Sehingga gaya belajar mereka pun sangat beraneka ragam. Ada yang dominan pada gaya belajar Audio, Visual, maupun kinestetik. Semuanya ini perlu di pahami oleh seorang  guru, agar mereka lebih tepat dalam melakukan pendekatan terhadap gaya belajar siswa Sekolah Dasar tersebut, sehingga materi pelajaran yang mereka sampaikan bisa mudah di terima oleh muridnya.
Adanya rentang keragaman individual siswa yang amat lebar memunculkan berbagai karakteristik siswa, antara lain mencakup kecerdasan dan kemampuan Nalar siswa, serta siswa yang mengalami kesulitan belajar.
Untuk itu guru SD perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang jenis-jenis data yang perlu dikumpulkan, sumber untuk memperoleh data tersebut, cara dan prosedur mendapatkan data, dan keterampilan dalam menyusun alat pengumpul data serta penggunannya. Pengetahuan dan keterampilan tersebut sangat berguna dalam mengidentifikasi peserta didik.

2.      DATA DAN LOKASI PENELITIAN
a.       Identitas Sekolah
v  Nama Sekolah    : SD Negeri 2 Ambulu

v  Alamat Sekolah  : Jl. KH. Moh.Yahya. Desa Ambulu.
  Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon 45192.
v  Status Sekolah   : Terakreditasi B.
b.      Guru Dan Murid
v Kepala Sekolah                 : Drs. Murdiyono, M.pd.
v Guru PAI                         : Kholid Idrus, S.Pd
v Jumlah Guru dan TU        : 10 orang.
v Jumlah Siswa Seluruhnya : 270 Siswa
v Jumlah Siswa kelas 6        : 44 Siswa
c.       Sarana Dan Sumber Belajar
v Sumber belajar:
Ø Buku Pendidikan Agama Islam jilid 6
Ø Buku LKS PAI kelas 6
Ø Alquranul Karim
Ø Kaset / CD tentang materi yang terkait
v Sarana
Ø Alat Tulis Khusus (ATK)
Ø Alat Peraga yang disesuaikan dengan materi yang diajarkan.
Ø Tempat Praktik Ibadah

3.      PROSES PEMBELAJARAN PAI
a.       Kelas (objek penelitian)
Ø  Proses Pembelajaran PAI Kelas 6 di SD Negeri 2 Ambulu.
b.      Proses KBM PAI
Sebelum melakukan proses belajar mengajar, guru membuat rpp yang disesuaikan dengan silabus. Dengan rpp tersebut guru melakukan kegiatan pembelajaran seperti dibawah ini:
1. Kegiatan Awal
1)      Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
2)      Presensi Kehadira siswa
3)      Bertanya jawab tentang materi pertemuan sebelumnya.
2. Kegiatan Inti
1)      Penyampaian materi oleh guru
2)      Tanya jawab mengenai materi yang belum dipahami
3)      Mengerjakan soal yang ada dalam LKS
3. Kegiatan Akhir
1)      Kesimpulan
2)      Menyimak informasi materi pertemuan yang akan datang.
3)      Menutup pelajaran dengan doa dan salam.
Setelah itu Guru merupakan kunci sentral atas keberhasilan pembelajaran, sebagai guru yang akan mempengaruhi kehidupan para murid. Guru memahami sekali bahwa setiap murid  memiliki karakter masing – masing. Bagaimana setiap karakter dapat memiliki peran dan membawa sukses dalam belajar.
Proses Pembelajaran akan berjalan dengan baik jika menggunakan sebuah urutan atau aturan yang sudah dipersiapkan sebelum pembelajaran dilakukan. Guru menetukan stategi pembelajaran yang cocok untuk peserta didik. Semua kegiatan pembelajaran ini tercantum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Setelah melakukan Penelitian di SD Negeri 2 Ambulu, bahwa guru kelas 6 SD Negeri 2 Ambulu sudah menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran serta model pembelajaran yang cocok bagi peserta didik, karena pembelajaran dapat mengaktifkan siswa untuk berpikir kritis, hal ini sesuai dengan pendekatan yang dilakukan oleh guru yaitu Pendekatan Induktif.
Pendekatan, model, serta metode pembelajaran pada pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelas 6 SD Negeri 2 Ambulu dapat dikatakan berhasil dengan baik, karena peserta didik dapat aktif dalam pembelajaran yaitu dengan aktif untuk mendemonstrasikan praktik sholat dan wudhu. Guru tersebut menggunakan pendekatan induktif, dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, partikum, dan penugasan untuk mengaplikasikan dalam proses pengajaran.
Selain itu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun oleh guru kelas 6 tersebut sudah dilaksanakan sesuai dengan urutan yang benar. Pada akhir pembelajaran untuk mengetahui bahwa siswa dapat menyerap materi pembelajaran dengan baik, guru mengukur kemampuan peserta didik dengan memberikan penugasan (resitasi). Setelah semua peserta didik mengumpulkan tugas yang telah dikerjakan, guru memberikan nilai pada pekerjaan peserta didik. Hal ini sangat penting dilakukan, karena umpan balik yang positif akan memotivasi siswa untuk selalu giat belajar. Selain itu pembelajaran dengan metode ini juga untuk melatih rasa sosial siswa, kerja sama dan kemampuan memberi siswa dalam memberikan penilaian.

c.       Kendala Proses KBM PAI
Dalam suatu proses pembelajaran yang perlu diperhatikan oleh guru adalah kesesuaian proses pembelajaran dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sudah disusun. Selain itu guru juga harus menggunakan model, pendekatan dan metode yang tepat sehingga peserta didik dapat menerima informasi dengan optimal dan dapat meningkatkan life skill. Kemandirian siswa dalam memecahkan suatu permasalahan dalam proses pembelajaran juga sangar ditekankan, agar siswa tidak mudah menyerah dalam mengikuti pembelajaran.
Guru sebagai pemimpin dalam kelas diharapkan untuk memberikan lebih motivasi serta penghargaan berupa pujian (reward) pada peserta didik, dan sugestikan pada pemikiran, bahwa setiap peserta didik memliki pengetahuan, disinilah guru berperan sangat penting untuk menerapkan serta membimbing peserta didik untuk mengeksplor semua pengetahuan mereka.
Proses pembelajaran pada tiap satuan pendidikan tidak akan pernah dapat disamakan sebagaimana dituangkan dalam kurikulum konvensional yang telah banyak direvisi melalui Kurikulum saat ini yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Dari wawancara yang saya lakukan, guru kelas yang merasa kesulitan dalam mengajar materi PAI di kelas 6 SD Negeri 2 Ambulu antara lain: cara beradaptasi guru PAI dengan proses  dan gaya belajar siswa yang kurang menyukai mata pelajaran PAI. Cara  untuk mengoptimalkan kemampuan dan bakat siswa dalam mata pelajaran PAI. Selain itu juga Kurangnya buku paket PAI dan alat pendukung pembelajaran PAI sangat mengganggu proses pembelajaran PAI tersebut. Guru PAI juga terkadang sulit Mencari metode pengajaran yang bervariasi sehingga siswa tidak mudah bosan pada saat berlangsungnya proses Kegiatan Belajar Mengajar PAI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar