Laporan observasi
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mandiri
Mata
Kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan
Pada Jurusan PAI-D
Semester V
Tahun Akademik 2012/2013

Disusun Oleh:
AMINNUDIN
NIM: 1410110122
Dosen Pembimbing :
Muslihudin,
M.Ag.
FAKULTAS
TARBIYAH
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH
NURJATI CIREBON
TAHUN
2012
LAPORAN
OBSERVASI
1.
PENDAHULUAN
Setiap
siswa sekolah dasar mempunyai keunikan masing-masing, mempunyai kemampuan dan
karakteristiknya masing-masing. Mulai dari yang cepat
memahami pelajaran, hingga yang lamban. Mulai dari siswa yang berprestasi,
hingga anak yang sarat akan masalah, serta masih banyak juga orang yang suka
minder. Seperti yang penulis teliti pada siswa kelas 6 SD Negeri 2 Ambulu
Pada setiap kelas di Sekolah Dasar tidak jarang dijumpai peserta
didik yang bermasalah baik dalam hal interaksi dengan sesama temannya, maupun
dalam hal belajar. Salah satu contohnya adalah siswa kelas 6 SD Negeri 2
Ambulu. Mereka dapat dikategorikan sebagai kelompok belajar yang masih pemula
(Dasar). Temuan lapangan saya menunjukkan bahwa masalah-masalah siswa sekolah dasar
menyangkut aspek perkembangan kognitif, fisik, pribadi, dan social. Sehingga
gaya belajar mereka pun sangat beraneka ragam. Ada yang dominan pada gaya
belajar Audio, Visual, maupun kinestetik. Semuanya ini perlu di pahami oleh
seorang guru, agar mereka lebih tepat
dalam melakukan pendekatan terhadap gaya belajar siswa Sekolah Dasar tersebut,
sehingga materi pelajaran yang mereka sampaikan bisa mudah di terima oleh
muridnya.
Adanya rentang keragaman individual siswa yang amat lebar
memunculkan berbagai karakteristik siswa, antara lain mencakup kecerdasan dan
kemampuan Nalar siswa, serta siswa yang mengalami kesulitan belajar.
Untuk itu guru SD perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan
tentang jenis-jenis data yang perlu dikumpulkan, sumber untuk memperoleh data
tersebut, cara dan prosedur mendapatkan data, dan keterampilan dalam menyusun
alat pengumpul data serta penggunannya. Pengetahuan dan keterampilan tersebut
sangat berguna dalam mengidentifikasi peserta didik.
2.
DATA DAN LOKASI PENELITIAN
a.
Identitas Sekolah
v Nama
Sekolah :
SD Negeri 2 Ambulu
v Alamat
Sekolah : Jl. KH. Moh.Yahya. Desa Ambulu.
Kecamatan Losari Kabupaten Cirebon 45192.
v Status
Sekolah : Terakreditasi B.
b.
Guru Dan Murid
v Kepala
Sekolah : Drs. Murdiyono,
M.pd.
v Guru PAI : Kholid Idrus, S.Pd
v Jumlah Guru dan TU : 10 orang.
v Jumlah Siswa Seluruhnya : 270 Siswa
v Jumlah Siswa kelas 6 :
44 Siswa
c.
Sarana Dan Sumber Belajar
v Sumber
belajar:
Ø Buku Pendidikan Agama Islam jilid 6
Ø Buku LKS PAI kelas
6
Ø Alquranul Karim
Ø Kaset / CD tentang materi yang terkait
v Sarana
Ø Alat Tulis Khusus (ATK)
Ø Alat Peraga yang disesuaikan dengan
materi yang diajarkan.
Ø Tempat Praktik Ibadah
3.
PROSES PEMBELAJARAN PAI
a.
Kelas (objek penelitian)
Ø Proses Pembelajaran PAI Kelas 6 di SD
Negeri 2 Ambulu.
b.
Proses KBM PAI
Sebelum melakukan proses belajar
mengajar, guru membuat rpp yang disesuaikan dengan silabus. Dengan rpp tersebut
guru melakukan kegiatan pembelajaran seperti dibawah ini:
1. Kegiatan Awal
1)
Guru
membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
2)
Presensi
Kehadira siswa
3)
Bertanya
jawab tentang materi pertemuan sebelumnya.
2. Kegiatan Inti
1)
Penyampaian
materi oleh guru
2)
Tanya
jawab mengenai materi yang belum dipahami
3)
Mengerjakan
soal yang ada dalam LKS
3. Kegiatan Akhir
1)
Kesimpulan
2)
Menyimak
informasi materi pertemuan yang akan datang.
3)
Menutup
pelajaran dengan doa dan salam.
Setelah itu Guru merupakan
kunci sentral atas keberhasilan pembelajaran, sebagai guru yang akan mempengaruhi kehidupan para murid. Guru memahami sekali bahwa setiap murid
memiliki karakter masing – masing. Bagaimana setiap karakter dapat
memiliki peran dan membawa sukses dalam belajar.
Proses Pembelajaran akan berjalan
dengan baik jika menggunakan sebuah urutan atau aturan yang sudah
dipersiapkan sebelum pembelajaran dilakukan. Guru menetukan stategi
pembelajaran yang cocok untuk peserta didik. Semua kegiatan pembelajaran ini
tercantum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Setelah melakukan
Penelitian di SD Negeri 2 Ambulu, bahwa guru kelas 6 SD Negeri 2 Ambulu sudah
menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran serta model pembelajaran yang
cocok bagi peserta didik, karena pembelajaran dapat mengaktifkan siswa untuk
berpikir kritis, hal ini sesuai dengan pendekatan yang dilakukan oleh guru
yaitu Pendekatan Induktif.
Pendekatan,
model, serta metode pembelajaran pada pembelajaran yang dilakukan oleh guru
kelas 6 SD Negeri 2 Ambulu dapat dikatakan berhasil dengan baik, karena peserta
didik dapat aktif dalam pembelajaran yaitu dengan aktif untuk mendemonstrasikan
praktik sholat dan wudhu. Guru tersebut menggunakan pendekatan induktif, dengan
metode ceramah, diskusi, tanya jawab, partikum, dan penugasan untuk
mengaplikasikan dalam proses pengajaran.
Selain itu Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun oleh guru kelas 6 tersebut sudah
dilaksanakan sesuai dengan urutan yang benar. Pada akhir pembelajaran untuk
mengetahui bahwa siswa dapat menyerap materi pembelajaran dengan baik, guru
mengukur kemampuan peserta didik dengan memberikan penugasan (resitasi).
Setelah semua peserta didik mengumpulkan tugas yang telah dikerjakan, guru
memberikan nilai pada pekerjaan peserta didik. Hal ini sangat penting
dilakukan, karena umpan balik yang positif akan memotivasi siswa untuk selalu
giat belajar. Selain itu pembelajaran
dengan metode ini juga untuk melatih rasa sosial
siswa, kerja sama dan kemampuan memberi siswa dalam memberikan penilaian.
c.
Kendala Proses KBM PAI
Dalam suatu proses pembelajaran yang
perlu diperhatikan oleh guru adalah kesesuaian proses pembelajaran dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sudah disusun.
Selain itu guru juga harus menggunakan model, pendekatan dan metode yang tepat
sehingga peserta didik dapat menerima informasi dengan optimal dan dapat
meningkatkan life skill. Kemandirian siswa dalam memecahkan
suatu permasalahan dalam proses pembelajaran juga sangar ditekankan, agar siswa
tidak mudah menyerah dalam mengikuti pembelajaran.
Guru sebagai
pemimpin dalam kelas diharapkan untuk memberikan lebih motivasi serta
penghargaan berupa pujian (reward) pada peserta didik, dan sugestikan pada
pemikiran, bahwa setiap peserta didik memliki pengetahuan, disinilah guru
berperan sangat penting untuk menerapkan serta membimbing peserta didik untuk
mengeksplor semua pengetahuan mereka.
Proses
pembelajaran pada tiap satuan pendidikan tidak akan pernah dapat disamakan
sebagaimana dituangkan dalam kurikulum konvensional yang telah banyak direvisi
melalui Kurikulum saat ini yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Dari wawancara
yang saya lakukan, guru kelas yang merasa kesulitan dalam mengajar materi PAI
di kelas 6 SD Negeri 2 Ambulu antara lain: cara beradaptasi guru PAI dengan proses
dan gaya belajar siswa yang kurang
menyukai mata pelajaran PAI. Cara untuk mengoptimalkan
kemampuan dan bakat siswa dalam mata pelajaran PAI. Selain itu juga Kurangnya buku paket PAI dan alat pendukung pembelajaran PAI sangat
mengganggu proses pembelajaran PAI tersebut. Guru PAI juga terkadang sulit Mencari
metode pengajaran yang bervariasi sehingga siswa tidak mudah bosan pada saat
berlangsungnya proses Kegiatan Belajar Mengajar PAI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar